“Komitmen Pelayanan Publik & Mengabdi Tanpa Sekat Waktu, Juhendri Tuai Apresiasi”
MERANGIN – FOKUS INFO NEWS : Komitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat ditunjukkan Sekretaris Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Merangin, Juhendri. Meski dalam suasana kantor yang lengang saat jam istirahat siang, ia tetap memilih berada di ruang kerjanya untuk melayani kebutuhan administrasi para guru dan kepala sekolah.
Pantauan media ini di kantor Dinas Pendidikan Dasar Merangin, sejumlah guru datang untuk mengurus berkas administrasi yang memerlukan tanda tangan dan stempel. Saat itu sebagian besar staf tidak berada di tempat karena jam istirahat. Namun kondisi tersebut tidak menghalangi pelayanan, sebab Juhendri tetap berada di kantornya.
Dengan sigap, Juhendri bahkan terlihat mencari stempel di meja pegawai sebelum menandatangani berkas yang dibutuhkan para guru. Tanpa rasa canggung, ia memastikan setiap dokumen yang dibawa masyarakat dapat diselesaikan saat itu juga.
Saat dikonfirmasi, Juhendri mengaku tidak tega jika masyarakat yang datang dari jauh harus pulang tanpa mendapatkan pelayanan hanya karena kendala teknis.
“Kasihan kalau mereka sudah datang jauh-jauh, apalagi dari kecamatan yang jaraknya cukup jauh. Kalau harus bolak-balik tentu menghabiskan waktu, tenaga dan biaya. Selama saya ada di kantor dan bisa membantu, saya pikir tidak ada alasan untuk menunda pelayanan,” ujar Juhendri dengan nada rendah hati.
Ia juga mengungkapkan, latar belakangnya sebagai seorang guru membuat dirinya memahami betul perasaan para tenaga pendidik ketika urusan administrasi terhambat.
“Saya ini juga pernah menjadi guru. Jadi saya tahu rasanya kalau ada urusan administrasi yang tertunda atau terhambat karena hal teknis. Hal-hal kecil seperti ini sebenarnya bisa kita bantu agar masyarakat tidak kecewa,” tambahnya.
Diketahui, Juhendri memulai kariernya dari seorang guru, kemudian dipercaya menjadi kepala sekolah, selanjutnya menjabat kepala bidang hingga kini mengemban amanah sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Dasar Merangin. Ia juga pernah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Merangin beberapa waktu lalu.
Sikap sederhana namun penuh tanggung jawab tersebut menuai apresiasi dari para guru yang datang mengurus administrasi.
Seorang guru bernama Ermi mengaku sangat bersyukur karena berkas yang ia bawa bisa langsung diselesaikan, meski awalnya ia sempat pesimis karena datang saat jam istirahat.
“Kebetulan saya agak terlambat sampai di kantor dan jarak tempat saya bertugas lumayan jauh di Tabir Ulu. Waktu sampai, kantor terlihat lengang. Saya sempat berpikir harus pulang dengan tangan kosong dan datang lagi besok. Ternyata Alhamdulillah ada Pak Juhendri yang langsung membantu mencari stempel dan menandatangani berkas saya,” ujar Ermi.
Hal serupa juga disampaikan beberapa guru lainnya yang datang dari kecamatan berbeda. Mereka mengaku awalnya merasa lelah dan pesimis melihat kondisi kantor yang sepi tanpa staf yang berjaga.
“Saya dari Pamenang, sementara teman saya dari Desa Perentak. Tadinya kami sempat lemas melihat kantor yang lengang, tidak ada staf yang terlihat. Tapi ketika mendekati ruang Pak Sekdin ternyata pintunya terbuka. Kami coba sapa dan ternyata dijawab langsung oleh Pak Juhendri,” ujar salah seorang guru.
Menurutnya, kehadiran Juhendri di ruang kerja saat itu sangat membantu mereka yang membawa banyak berkas untuk ditandatangani secara kolektif.
“Alhamdulillah semua berkas kami bisa selesai. Bahkan cukup banyak karena saya diminta teman-teman satu sekolah untuk mengurusnya sekalian. Tadi juga sempat saya videokan untuk saya kirim ke grup guru, supaya mereka tahu bahwa urusan mereka benar-benar sudah selesai,” katanya.
Para guru berharap sikap pelayanan seperti yang ditunjukkan Juhendri dapat menjadi contoh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di lingkungan instansi pendidikan. Mereka menilai kehadiran seorang pejabat yang tetap membuka ruang pelayanan di tengah suasana kantor yang sepi menjadi bukti bahwa pelayanan publik dapat tetap berjalan dengan baik ketika ada kemauan untuk membantu masyarakat.(*)
Reporter : TopanBohemian
