
Merangin | Fokus Info News : Anggota DPRD Kabupaten Merangin dari Partai Demokrat, Satria Abadi, menggelar reses di daerah pemilihan (Dapil) 1 Kabupaten Merangin pada Kamis malam, 27 Februari 2025. Acara ini menghadirkan masyarakat dari dua kelurahan, yaitu Kelurahan Pasar Atas dan Kelurahan Pasar Bangko, yang berada di wilayah Kecamatan Bangko.
Pantauan media ini, acara yang merupakan wadah penting bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung permasalahan yang mereka hadapi kepada wakil rakyat itu turut dihadiri oleh Camat Bangko, Lurah Pasar Atas dan lurah Pasar Bangko, Perwakilan Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Merangin, Ketua RW dan RT, Ketua Pemuda, Tokoh Masyarakat dan Para Undangan lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Satria turut menghadirkan perwakilan dari Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Merangin. Kehadiran dinas terkait dimaksudkan untuk membuka peluang lebih besar bagi masyarakat dalam mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat di sektor peternakan dan perkebunan. Namun, harapan Satria ini justru berbanding terbalik dengan aspirasi utama warga yang hadir.
Mayoritas warga yang mengikuti reses justru lebih banyak mengeluhkan persoalan infrastruktur di wilayah mereka. Beberapa permasalahan yang diutarakan antara lain kondisi jalan yang rusak, penerangan jalan yang kurang memadai, serta perbaikan drainase yang sering menyebabkan genangan air saat hujan.
Seperti disampaikan oleh Edi Susanto, Ketua RT 21 Kelurahan Pasar Atas dalam penyampaian aspirasinya meminta adanya penambahan pembangunan Box Culvert di BTN Puri Kencana. Menurut Edi wilayah yang dipimpinnya itu kerap mengalami banjir apabila hujan lebat diduga karena jembatan gorong-gorong tidak mampu menampung debit air yang tinggi.

‘’Memang tahun 2024 kemarin telah ada pembangunan 1 unit box culvert di RT kami. Alhamdulillah laju air menjadi lancar. Masalahnya kami masih memiliki satu jembatan gorong-gorong lagi yang saat ini kondisinya sudah rusak. Bahkan saat kami periksa terdapat lubang yang cukup besar menjorok ke badan jalan, seperti goa. Kami duga itu terjadi karena erosi,” kata Edi.
‘’Jika dilihat dari atas sepertinya jalan itu normal, tapi kondisi itu dikhawatirkan bagian bawahnya itu bila dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan jalan akan segera runtuh. Apalagi itu adalah jalan utama yang sering dilalui kendaraan roda empat hingga roda enam. Jadi kami minta adanya pembangunan itu,” sambung Edi.
Menanggapi hal itu, Camat Bangko Anggie Yuwana klaim persoalan itu adalah salah satu dari berbagai persoalan yang telah dibicarakan dalam musrembang Kecamatan. ‘’Soal itu sudah kita angkat dalam Musrembang kecamatan. Tapi dengan kondisi saat ini bila tidak memungkinkan maka bisa saja melalui dana Pokir DPRD,” kata Anggie.
Menanggapi keluhan tersebut, Satria menyatakan akan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah daerah dan instansi terkait agar bisa segera ditindaklanjuti. Ia juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan salah satu prioritas yang akan terus diperjuangkan dalam kebijakan pemerintah daerah.
“Kami akan terus mengawal aspirasi masyarakat agar dapat direalisasikan oleh pemerintah daerah. Infrastruktur yang baik adalah kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Satria di hadapan warga yang hadir. (*)
Reporter : TopanBohemian
